Hey Oom Botak! Jangan tertawa!
Urus saja wanitamu, si Tante Obesitas!
Kamu mas-mas berbaju merah! Apa lihat-lihat?!
Jangan banyak gaya, celanamu pecah!
Biar saja aku dengan laki-laki berbadan melar
Mukanya merah, rambutnya mekar
Jangankan wangi segar, korek kuping saja jarang
Biar saja ia garang, yang penting aku tenang
Tidak ada yang curi pandang, tersentuh anginnya pun enggan
Kacamata hitam sok gaya banyak dicela insan
Sepuluh yang muak, sejuta yang muntah
Ah, apakah dia manusia?
Mengapa beruntung berdekatan dengan kita?
Apa karena dia punya harta?
Atau ayahnya makan dollar?
Ah, bisa saja..
011607
Friday, October 1, 2010
Bebek Betina

Sumpah mati aku tak tahu kenapa hari ini si bebek tidak berkotek
Bukan tidak berkotek sama sekali maksudku,
Tapi dia menghentikan bawelannya hanya padaku
Hari ini, sungguh, baru hari ini..
Aku bingung..
Jalanku masih lurus perasaan
Mataku tertutup setengah memang, tapi aku yakin belum keluar garis
Ah, sungguh si bebek itu sensitif
Aku tahu dia marah padaku
Menatapku saja haram baginya hari ini
Apalagi menanggapi celotehan dan tawaku
Mungkin karena aku menertawakannya sesama bebek tadi, betina tapi
Tapi si betina memang pantas ditertawakan
Bebek saja berlagak seperti Belanda
Pantatnya tepos, sok digoyangkan waktu berjalan
Badannya ceking kering, sok dibuat berisi supaya keren
Apalagi caranya berkotek, seperti bule saja
Haha, makanya aku tertawa..
Haha..
Haha..
Ups, maaf..
Si bebek, temanku itu, tambah marah jadinya..
Jg (070408)
Subscribe to:
Posts (Atom)